Saturday, March 18, 2017

Hati-Hati 16 Tanda-tanda Terkena HIV AIDS

Hati-Hati 16 Tanda-tanda Terkena HIV AIDS - Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Dalam 1 atau 2 bulan virus HIV memasuki tubuh. Sebesar 40 hingga 90 persen dari orang mengalami gejala seperti flu dapat dikenal sebagai sindrom retroviral akut (ARS). Tetapi kadang-kadang gejala HIV tidak muncul selama beberapa tahun bahkan beberapa dekade setelah infeksi.
Hati-Hati 16 Tanda-tanda Terkena HIV AIDS
Gambar Negara Yang Terinindikasi HIV AIDS

Gejala penyakit HIV pada awalnya tidak begitu nampak karena hampir menyerupai penyakit lainnya. Bahkan kebanyakan penderita HIV awalnya tidak menyadari bahwa dirinya menderita HIV karena tidak menyadari gejala yang dialami. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa tanda dari penyakit HIV:

1. Demam
Gejala awal yang jarang diketahui sebagai gejala penyakit HIV adalah demam. Biasanya suhu tubuh penderita akan naik hingga 39 derajat celcius. Demam merupakan salah satu tanda penyakit HIV pada tahap akut atau primer. Tidak semua penderita akan mengalami gejala demam. Namun, kebanyakan penderita HIV yang mengalami gejala demam ini biasanya akan merasakan gejala 2 sampai 4 minggu setelah tertular oleh virus.

2. Cepat Lelah
Tanda-tanda penyakit HIV lainnya yang umum adalah mudah lelah. Anda sebaiknya waspada jika mengalami rasa lelah yang relatif terus-menerus bahkan meskipun anda sudah istirahat secara cukup. Anda juga harus waspada ketika anda merasa enggan melakukan aktivitas berat karena merasa kekurangan energi, selain itu anda juga harus was-was jika anda lebih sering tidur siang karena merasakan lelah yang berlebihan. Jika gejala cepat lelah tersebut anda rasakan dalam jangka waktu yang cukup lama (beberapa minggu) maka sebaiknya anda segera memeriksakan diri secara medis.

3. Nyeri Sendi Dan Otot Serta Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Penderita HIV biasanya juga akan mengalami gejala nyeri otot dan nyeri sendi. Gejala tersebut sangat mirip dengan gejala penyakit lain yang disebabkan oleh virus, misalnya seperti penyakit sifilis atau penyakit hepatitis. Pembengkakan kelenjar getah bening juga menjadi gejala paling umum terjadi ketika tubuh mengalami infeksi virus. Sekali lagi gejala ini tidak selalu dialami oleh semua penderita HIV, namun umumnya penderita HIV akan mengalami gejala primer ini sebagai reaksi alami tubuh ketika melawan infeksi virus. Kelenjar getah bening terletak di beberapa lokasi tubuh, di antaranya leher, ketiak, dan pangkal paha. Dari beberapa lokasi tersebut, leher merupakan lokasi yang paling sering mengalami pembengkakan pada orang yang terkena infeksi HIV. Untuk mengetahui penyebab pasti mengapa kelenjar getah bening membengkak perlu dilakukan pemeriksaan medis, sebab kelenjar getah bening juga bisa membengkak akibat infeksi virus lainnya.

4. Sakit Kepala Dan Sakit Tenggorokan
Gejala awal lain dari penyakit HIV adalah sakit kepala dan juga sakit tenggorokan. Kedua gejala tersebut memang tidak selalu menandakan penyakit HIV, bisa saja kedua gejala tersebut merupakan gejala radang tenggorokan. Namun jika anda merasa punya resiko yang tinggi untuk terkena HIV maka ada baiknya anda segera melakukan pemeriksaan medis jika mengalami gejala sakit kepala dan sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.

5. Muncul Ruam
Gejala lain dari penyakit HIV ialah munculnya ruam di kulit. Munculnya ruam di kulit penderita HIV merupakan akibat dari berkembangnya jamur di sekitar kulit. Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang ada di kulit sudah tidak bekerja dengan baik. Penderita HIV biasanya akan mengalami ruam kulit di bagian wajah dan dada. Selain kedua area tersebut, ruam biasanya juga akan muncul di area hidung dan mulut.

6. Mual, Muntah, Dan Juga Diare
Gejala yang muncul secara bersamaan pada penderita HIV juga termasuk mual, muntah, dan juga diare. Ketiga gejala tersebut sangat sering diabaikan karena kebanyakan penderita menganggap gejala-gejala tersebut merupakan gangguan pencernaan biasa. Sebanyak 30% sampai 60% penderita HIV biasanya akan mengalami gejala-gejala tersebut. Beberapa gejala tersebut biasanya juga muncul secara bersamaan dengan gejala flu seperti batuk dan pilek. Mual, muntah, dan juga diare biasanya muncul sebagai akibat dari terapi antiretroviral.

7. Penurunan Berat Badan secara Drastis
Gejala yang sering dialami oleh penderita HIV sebagai akibat mual, muntah, dan juga diare adalah penurunan berat badan secara drastis. Sayangnya banyak penderita yang tidak menyadari keadaan ini sebagai salah satu gejala penyakit HIV. Menurunnya berat badan seseorang biasanya beriringan dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang. Semakin menurun sistem kekebalan tubuh penderita HIV maka akan semakin besar resiko penurunan berat badan yang dialami oleh penderita HIV.

8. Batuk Kering
Batuk kering merupakan gejala dari penyakit HIV, lebih tepatnya ketika penyakit HIV telah mencapai stadium lanjut. Batuk kering tersebut biasanya akan berlangsung selama 1 tahun dan akan semakin parah ketika penyakit HIV tidak segera ditangani. Jika anda menderita batuk kering dalam kurun waktu yang relatif lama kemudian tidak bisa disembuhkan menggunakan obat batuk ataupun obat alergi maka bisa jadi batuk kering tersebut merupakan gejala penyakit HIV.

9. Pneumonia
Umumnya jika tubuh seseorang sehat maka kuman tidak akan mudah menyerang tubuh. Sayangnya, penderita HIV pada stadium lanjut sangat rentan terhadap serangan kuman yang bisa memicu penderita HIV terkena pneumonia. Padahal jika tubuh dalam keadaan sehat, kuman-kuman tersebut umumnya tidak akan menyebabkan gangguan yang serius pada tubuh.

10. Berkeringat Pada Malam Hari
Malam hari ialah waktu ketika suhu lingkungan mengalami penurunan. Umumnya tubuh yang sehat tidak akan mengeluarkan keringat pada malam hari. Namun, penderita HIV biasanya akan berkeringat pada malam hari. Penderita HIV akan berkeringat bahkan meskipun tidak sedang melakukan aktivitas fisik apapun. Kurang lebih setengah dari seluruh penderita HIV akan mengalami gejala ini.

11. Perubahan Kuku
Gejala lain dari penyakit HIV adalah terjadinya perubahan pada kuku penderita. Perubahan pada kuku tersebut bisa meliputi beberapa hal, seperti kuku yang membelah, menebal, melengkung, serta perubahan warna kuku (berwarna hitam atau coklat berbentuk horisontal atau vertikal). Kondisi semacam itu biasanya disebabkan oleh infeksi jamur kandida. Seperti yang diketahui, penderita HIV sangat rentan terkena infeksi, termasuk infeksi jamur yang menyebabkan perubahan pada kuku.

12. Infeksi Jamur
Selain infeksi jamur pada kuku, penderita HIV juga sangat rentan terkena infeksi jamur pada area lain di tubuhnya. Infeksi jamur yang sering terjadi pada penderita HIV biasanya terletak di area mulut. Kondisi semacam ini sangat umum dialami oleh penderita HIV pada tahap lanjut. Infeksi jamur yang terletak di mulut tersebut biasanya disebabkan oleh jamur Candida. Infeksi jamur tersebut akan menyebabkan penderita HIV kesulitan saat menelan.

13. Kebingungan Dan Sulit Berkonsentrasi
Penderita HIV biasanya juga akan mengalami gangguan kognitif yang menyebabkan mereka mengalami kebingungan dan sulit berkonsentrasi. Selain kebingungan dan sulit berkonsentrasi, gangguan kognitif lain yang biasanya akan dialami oleh penderita HIV adalah masalah memori dan juga masalah perilaku seperti mudah marah dan tersinggung. Tidak hanya itu, penderita HIV mungkin juga akan mengalami masalah motorik halus, kesulitan dalam koordinasi.

14. Herpes
Herpes yang sering dialami oleh penderita HIV biasanya adalah herpes mulut dan herpes kelamin (herpes genital). Herpes tersebut memungkinkan seseorang untuk terkena HIV dengan sangat mudah. Herpes kelamin akan menyebabkan borok pada kelamin hingga akhirnya menyebabkan virus HIV dengan mudah masuk ke dalam tubuh seseorang. Selain itu, penderita HIV sangat rentan terkena herpes karena tubuh penderita rentan terhadap infeksi penyakit.

15. Mudah Lelah Dan Kesemutan
Mudah lelah dan kesemutan merupaan gejala yang sangat sering dialami oleh penderita diabetes. Kondisi ini juga sering dialami oleh penderita HIV. Adapun penyebab gejala tersebut ialah kerusakan saraf pada penderita HIV. Namun untuk meringankan gejala, biasanya penderita HIV bisa membeli obat-obatan yang dapat mencegah kejang dan kesemutan yang dijual bebas di apotek. Untuk memastikan apakah gejala mudah lelah dan kesemutan tersebut merupakan gejala HIV sebaiknya seseorang perlumemperhatikan gejala-gejala lain yang menyertai dan juga melakukan pemeriksaan secara medis.

16. Menstruasi Yang Tidak Teratur
Gejala yang sering dialami oleh wanita yang menderita HIV pada tahap akhir biasanya adalah menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini biasanya akan menyebabkan siklus menstruasi wanita menjadi tidak teratur. Gejala ini biasanya juga bersamaan dengan penurunan berat badan dan juga menurunnya kesehatan wanita.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search