Wednesday, November 8, 2017

7 makanan Khas Solo yang disajikan saat pernikahan Kahiyang Ayu

Menu masakan khas Jawa sudah disiapkan untuk dihidangkan di pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. Mulai dari Gudeng, Sate Kere sampai Martabak Manis.

"Ada cabuk rambak, gudeg, sate kere, timlo, tengkleng, kambing guling dan ledre, Markobar manis sama asin. Ya makanan Solo semua," ujar juru bicara keluarga Jokowi, Gibran Rakabuming Raka kepada wartawan di katering Chilli Pari, Jala Pleret Utama No 1 Banyuanyar Solo, Jumat (6/10/2017).

Makanan disajikan kepada tamu dengan konsep prasmanan atau standing party. Gibran menjelaskan bahwa setiap makanan yang dihidangkan di acara ini akan diperiksa oleh tim kesehatan dari istana.

Dalam masa pengolahan pun pihak katering memastikan bahwa bahan-bahan masakan layak dikonsumsi.

"Dokter biasanya dari tim kesehatan istana. Sebelum keluar dari sini (catering) pun sudah kita cek juga," tuturnya.

Acara pernikahan Kahiyang akan diselenggarakan besok pada 8 November 2017 di gedung Graha Saba Buana. Sedangkan upacara adat siraman diselenggarakan sehari sebelumnya di kediaman Jokowi.

Berikit ini ulasan dari masakan khas Solo yang akan disajikan dalam pernikahan Kahiyang Ayu,berdasarkan bocoran dari Gibran Rakabuming Raka.

1. Cabuk Rambak

Gambar Cabuk Rambak
Kuliner satu ini termasuk kudapan karena menyantap seporsi makanan tersebut tak begitu mengenyangkan.Penampilannya pun sederhana, hanya berupa potongan ketupat dan saus berwarna kecokelatan yang berasa gurih.

"Sausnya dibuat dari wijen putih dan kelapa sehingga rasanya gurih," ungkap Temu (45), pedagang cabuk rambak di Solo.

Makanan ini disajikan dalam pincuk atau wadah dari daun pisang yang dilipat sedemikian rupa menggunakan lidi.Satu porsi, hanya berisi tak lebih dari 15 iris kecil-kecil atau separo ketupat.

Kemudian, masing-masing diberi saus yang sedikit kental. Sedikit campuran wijen, kelapa dan gula merah kering. Itu sebabnya, selain gurih, cabuk rambak sedikit memiliki sensasi rasa manis juga beraroma daun jeruk.

Sebagai pelengkap, makanan ini disajikan bersama karak atau kerupuk yang terbuat dari adonan nasi dan air bleng atau belerang.

2. Gudeg 

Gambar Gudeg
Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek.

Ada berbagai varian gudeg, antara lain:
Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental dari santan pada masakan padang.
Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.
Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.

Meski lebih dikenal sebagai makanan khas Jogja, gudeg Solo juga punya penggemar setianya sendiri. Seperti ini perbedaan gudeg Jogja dan Solo.
Gudeg Solo dibuat dengan kuah santan yang lebih banyak. Hal itu membuat warnanya terlihat lebih cerah sebagaimana terlihat pada opor ayam. Berbeda halnya dengan gudeg Jogja, bumbu rempah yang dimasak dalam waktu lama membuat warnanya lebih gelap dan cokelat kemerahan. Secara warna, gudeg Jogja mungkin dianggap lebih menarik .

Gudeg Jogja dikenal punya citarasa yang manis. Berbagai bumbu termasuk gula jawa yang dimasak lama, membuat sedapnya gudeg jogja merasuk sampai ke dalam daging nangka muda dan berbagai macam isian tambahannya. Berbeda dengan gudeg Jogja yang terasa lebih manis, gudeg Solo jutru memiliki rasa gurih yang lebih dominan. Rasa gurih gudeg Solo ini berasal dari banyaknya kuah santan atau areh yang digunakan.

Selain berbeda dalam hal penampilan, gudeg Solo dan Jogja juga punya ciri lain yang membedakannya, yakni pada penyajian. Gudeg Jogja biasa dimasak hingga kuahnya 'sat' alias habis sehingga disajikan kering tanpa kuah. Sedangkan, gudeg Solo dimasak menggunakan lebih banyak kuah santan sehingga lebih berkuah. Namun begitu, gudeg Jogja pada dasarnya juga punya berbagai macam variasi

3. Sate Kere

Gambar Sate Kere
Sate Kere adalah sebutan untuk salah satu makanan khas Solo yang terbuat dari tempe gambus yaitu tempe yang dibuat dari ampas tahu. Selain tempe, bahan dasar pembuatan sate ini juga menggunakan jeroan sapi seperti paru dan usus sapi. Sate ini juga dilengkapi dengan bumbu kacang yang sama seperti sate pada umumnya.

Di zaman dahulu, sate adalah salah satu makanan termewah yang hanya bisa disantap oleh kalangan menengah ke atas.Istilah kere yang berarti gelandangan merupakan salah satu pencitraan terhadap kalangan bawah yang terlalu sayang untuk membeli setusuk sate. Atas alasan inilah para kalangan bawah melakukan intervensi.Mereka membuat bentuk lain sate dengan bahan dasar jeroan sapi yang mana jika dilihat, sate ini menyerupai sate pada umumnya.Cara inilah yang menjadi daya tarik bagi kalangan bawah untuk menikmati sate yang kemudian melahirkan sate kere (satenya orang miskin).Selain itu, sate ini merupakan perwujudan perlawanan dari kalangan bawah kepada kalangan bangsawan dalam budaya feodal yang zaman dahulu masih sangat kental dirasakan oleh masyarakat jawa.

4. Timlo

Gambar Timlo
Timlo adalah sejenis sup dengan komponen kembang tahu dan telur atau daging (ayam atau sapi) sebagai pengisinya.

Timlo memiliki beberapa variasi. Timlo dari kota Solo adalah salah satu yang banyak dikenal orang, karena rasanya terbilang sangat enak.

5. Tengkleng

Gambar Tengkleng
Tengkleng adalah masakan sejenis sup dengan bahan utama tulang kambing. Sejarah tengkleng konon menurut para tetua di kota Solo hanya para bangsawan dan orang-orang Belanda saja yang bisa menikmati masakan daging kambing. Hanya kepala, kaki, dan tulang saja yang tersisa untuk pekerja dan tukang masak.

Para juru masak pada waktu itu tak kurang akal, maka dimasaklah tulang-tulang itu yang tentunya masih menempel sedikit daging. Masakan ini berasal dari Solo. Bentuk fisik dari dari tengkleng hampir mirip dengan gulai kambing , tetapi kuahnya lebih encer ada juga tengkleng dengan sedikit kuah.

6. Ledre

Gambar Ledre
Ledre merupakan makanan khas sejak Nusantara masih dalam jaman kerajaan. Bersanding dengan serabi, ledre adalah makanan priyayi Solo kala itu. Memang, ledre sangat pas dinikmati sembari minum teh. Kini, ledre menjadi teman minum teh semua kalangan termasuk para tamu negara di hotel-hotel berbintang.

Kudapan ledre berbahan dasar pisang dan ketan kelapa. Seorang penjual ledre legendaris, Sri Martini, pemilik Ledre Laweyan sejak 1984, membuat sedikit perubahan dalam proses memasak ledre. Jaman dahulu, ledre dibuat dari ketan mentah yang dipanggang di atas wajan lalu ditambah santan. Setelah matang, pisang ditambahkan sebagai topping. Sementara itu, ledre Laweyan menggunakan ketan yang sudah matang. Hal ini dilakukan untuk mempercepat waktu pembuatan. Menurut Sri Martini, rasa ledre dengan ketan matang lebih enak daripada ketan mentah.

Ledre mempunyai citarasa guris dan sedikit manis. Rasa manis berasal dari pisang, bukan gula. Ledre Laweyan ada yang menggunakan keju dan coklat sebagai rasa alternatif. Ini membuktikan bahwa kuliner tradisional pun bisa dikreasikan agar lebih modern.

7. Markobar 

Gambar Markobar
Markobar adalah singkatan dari Martabak Kota Barat yang mulai dirintis oleh Gibran di Solo pada 2015. Selain tiga cabang di Solo, Markobar kini juga dapat dinikmati oleh masyarakat di Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta.

Markobar memiliki menu spesial terang bulan 8 rasa, martabak satu lingkaran penuh dengan delapan topping yang berbeda, mulai dari rasa Ovomaltine, matcha, hingga coklat Toblerone.

Tentunya masih banyak lagi masakan khas Jawa Tengah dan khususnya masakan Solo yang akan disajikan pada pernikahan Kahiyang Ayu, jadi kalau masih penasaran masakan dan makanan khas yang ada di Solo sempatkanlah untuk berkunjung ke Solo.



Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search