Friday, November 10, 2017

15 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Sedang Hits

Yogyakarta memiliki banyak oleh-oleh yang menarik dan unik. Anda tentu membutuhkan oleh-oleh atau cinderamata atau suvenir untuk mengabadikan kenangan saat mengunjungi suatu tempat wisata. Selain itu, oleh-oleh dapat anda berikan untuk orang terdekat dan satu hal yang bisa Anda lakukan untuk dapat tetap mengingat Yogyakarta adalah membeli oleh-oleh khas Kota Pelajar ini. Berikut ulasan beberapa oleh-oleh khas Jogja.

1. Cokelat Monggo

Cokelat Monggo

Ingin oleh oleh khas Jogja ala Eropa? Datang saja ke Cokelat Monggo. Tak perlu jauh-jauh ke Belgia untuk dapat merasakan sensasi nikmat coklat. Di Yogyakarta, Anda bisa menikmati cokelat khas Yogyakarta dengan cita rasa Belgia, namanya Cokelat Monggo.
Cokelat Monggo diolah dari biji coklat pilihan yang didapat dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Pemilik Cokelat Monggo ini merupakan pria berkebangsaan Belgia, sehingga ia tahu benar bagaimana cara meracik coklat yang tepat dan menghasilkan rasa yang nikmat khas cokelat di negerinya.
Meskipun pemiliknya orang asing, Cokelat Monggo tetap membawa unsur budaya Jawa. Hal ini bisa terlihat dari namanya, ‘monggo’, yang dalam bahasa Jawa berarti ‘silakan’. Hal lainnya terlihat dari kemasan cokelat yang menampilkan gambar wayang. Selain itu, Coklat Monggo juga sangat ramah lingkungan. Kemasannya terbuat dari kertas daur ulang bersertifikat yang aman untuk kemasan makanan.
Anda bisa datang ke Jalan Dalem KG III/978, Kotagede, Yogyakarta. Di sini, selain membeli cokelat Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan cokelat dari dapurnya yang hanya disekat dinding kaca.

2. Bakpia

Bakpia
Oleh oleh khas Jogja yang paling terkenal pertama adalah bakpia. Semua orang pasti mengenal yang namanya bakpia, yaitu makanan khas Jogja yang bentuknya bulat kecil di dalamnya berisi kacang hijau, dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa gurih dipadu dengan rasa isinya, jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia.
Bedanya, Bakpia Pathok bentuknya lebih kecil dan lebih lembut jika dikunyah. Saat ini isi bakpia tidak hanya berisi kacang hijau. Tapi ada isi cokelat, kumbu hitam bahkan keju. Harga nya pun cukup murah dan terjangkau.
Di Yogyakarta, bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathuk, Yogyakarta. Bakpia pathuk 75 dan 25 nampaknya yang paling terkenal dan recomended. Tempat lain yang cukup tekenal adalah Bakpia Kurniasari yang ada di jalan dekat Terminal Lama, Umbulharjo, Yogyakarta. Selain itu, ada juga “Bakpia Pojok Bu Prapti” yang beralamat di Jl. Monumen Jogja Kembali (Jl. Monjali) No. 54 Karangjati, Yogyakarta.
Sedikit tips membeli bakpia, minta pada penjual untuk mencicipi dan memastikan baru tidaknya makanan ini. Jika dikunyah dan ditekan masih lunak dan mudah hancur saat di kunyah, artinya masih layak konsumsi dan tahan lama untuk dibawa pulang.
Sebaliknya jika agak keras, sebaiknya tidak usah dibeli karena kemungkinan buatan lama dan kurang layak untuk dikonsumsi karena sudah kadaluarsa. Makanan ini sebaiknya dikonsumsi maksimal 3 hari dari pembuatan. Lebih dari itu sebaiknya jangan dimakan karena rasanya sudah tidak nikmat lagi.
Dan satu lagi, sebaiknya Anda membeli langsung bakpia ke pabriknya sehingga bisa merasakan bakpia yang masih hangat, enak, dan tahan lebih lama.

3. Yangko

Yangko
Yangko adalah sejenis makanan yang terbuat dari bahan tepung ketan. Bentuknya persegi empat mungil, ditambah dengan baluran tepung terigu. Yangko memiliki kekhasan rasa. Kecuali rasa manis yang dominan. Di dalam yangko kita juga bisa merasakan wangi aromanya. Bentuknya yang kecil menyebabkan kita tidak cepat ketika menyantapnya. Nuansa kenyal ketika kita mengunyah mengundang sensasi kenikmatan bersantap.
Makanan ini salah satu makanan khas Kotagede, Yogyakarta. Yangko juga termasuk oleh oleh khas Jogja yang paling terkenal selain bakpia. Pada awalnya yangko berisi campuran cincangan kacang dan gula. Namun kini, semakin banyak rasa baru bermunculan untuk menyemarakkan cita rasa yangko. Selain rasa asli, kini bisa pula ditemui yangko dengan rasa buah-buahan, seperti stroberi, nangka, coklat, durian dan melon.
Proses pembuatan yangko tidaklah terlalu rumit. Hanya saja dibutuhkan ketekunan, ketelitian dan keterampilan. Mula-mula dipersiapkanlah tepung ketan, gula yang telah dicairkan dan aroma. Adonan diaduk dengan mesin pengaduk (mixer).
Setelah itu adonan dibuat jenang hingga mengental. Setelah kadar kematangan dan keketalannya cukup, adonan dituang dalam wadah baskom. Bila adonan sudah suam-suam kuku kemudian dituang untuk dilentreng didinginkan dan dibuat melebar tipis. Setelah dingin barulah adonan yang sudah jadi itu dipotong-potong, dibungkus kertas minyak dan disusun dalam dus yang telah disiapkan.
Meski banyak ditemui di Kotagede, namun ada yangko juga dapat ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh di Yogyakarta. Seperti kawasan Pathuk Jl Gadjahmada, Jl Mataram ataupun pusat oleh-oleh yang tersebar di Yogyakarta.

4. Geplak

Geplak
Oleh oleh khas Jogja yang paling terkenal selanjutnya adalah Geplak. Geplak adalah makanan khas Yogyakarta yang memakai bahan dasar kelapa, gula dan pewarna makanan serta aroma sesuai selera. Biasanya disajikan dengan warna menyolok kuning, pink, coklat atau tergantung rasanya. Makanan yang manis rasanya ini, sekarang variannya tidak hanya semacam saja. Rasa coklat, nangka, durian, atau vanila bisa anda pilih sesuai selera.
Proses pembuatan geplak tidak terlalu sulit, setelah bahan disiapkan langkah selanjutnya adalah sebagai berikut: Kelapa muda diambil dagingnya, lalu dibersihkan kulit luarnya setelah itu diparut, lalu santannya ditempatkan di kuali dan dicampur dengan gula, lalu diaduk. Setelah itu dinaikkan ke tungku.
Setelah kurang lebih 4 jam diturunkan dari tungku dan diberi aroma, lalu dibentuk dan diangin-anginkan selama kurang lebih 10 menit. Untuk mendapatkan makanan ini, hampir semua pusat oleh-oleh di Yogyakarta menyajikan. Atau Anda bisa juga membelinya di Toko Oleh-Oleh Geplak Mbok Tumpuk Bantul yang legendaris dan terkenal seantero Jogja.


5. Tasuba (Tahu Susu Bakso)

Tasuba (Tahu Susu Bakso)
Tahu bakso biasanya terkenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Semarang yang banyak digemari wisatawan. Namun, siapa sangka Jogja juga punya tahu bakso yang tak kalah enak, namanya Tasuba (Tahu Susu Bakso) Aneka Rasa.
Tasuba mempunyai tektur tahu yang lebih padat bila dibandingkan dengan tahu bakso pada umumnya. Rasa dan bumbunya benar-benar enak terasa dilidah. Proses produksinya pun bersih dan higienis karena dari tahu hingga bakso isiannya diproduksi sendiri.
Oya, Tasuba ini juga tanpa bahan pengawet lho, jadi lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh Anda. Meskipun tanpa pengawet, makanan yang satu ini bisa tahan lama sampai 6 bulan. Dengan cita rasa yang lezat dan awet, Tasuba pun kini menjadi oleh-oleh khas Jogja terbaru yang hits dan paling dicari oleh wisatawan. Untuk harganya cukup murah hanya sekitar 32 ribu per kotaknya dengan isi 5 – 10 buah.
Bagi Anda yang penasaran dengan Tasuba, langsung saja kunjungi gerainya yang beralamat di Jl. Laksda Adisucipto km 7,6 Yogyakarta. Anda juga bisa mengunjungi pusat produksinya langsung di Perum BPI (Bukit Prmata Indah) A-12 Jl. Candi Gebang, Sleman Yogyakarta.

6. Jadah Tempe Mbah Carik

Jadah Tempe Mbah Carik
Oleh oleh khas Jogja yang enak dan murah meriah berikutnya adalah Jadah Tempe Mbah Carik. Jadah tempe adalah salah satu makanan khas Kabupaten Sleman Yogyakarta. Makanan ini sangat terkenal dan hanya ada di sekitar tempat wisata Kaliurang yang berada di lereng Gunung Merapi. Jadah tempe ini bentuknya sederhana karena hanya berupa olahan ketan yang dilengkapi dengan tempe atau tahu yang diolah dengan cara dibacem.
Meskipun tampaknya sederhana, namun Jadah Tempe ini memiliki rasa yang khas dan nikmat serta perjalanan sejarah yang sangat panjang khususnya bagi penjual Jadah Tempe yang terkenal yaitu Mbah Carik di areal wisata Kaliurang.
Sesuai dengan latar belakang sejarahnya, awalnya jadah tempe ini sama sekali bukan makanan yang terkenal. Jadah tempe ini diperkenalkan pertama kali oleh Sastro Dinomo atau yang sering disapa mbah Carik sekitar tahun 1950-an di desa Kaliurang.
Makanan tersebut menjadi terkenal ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mencoba mencicipi jadah tempe dan tanpa disangka-sangka Beliau sangat menyukainya. Lebih dari itu Beliau bahkan sering mengutus pengawalnya untuk membeli jadah tempe ke Kaliurang. Sejak saat itulah makanan Jadah Tempe menjadi terkenal dan menjadi makanan khas Jogja khususnya di Kaliurang sampai saat ini.
Nama Jadah Tempe sesungguhnya merupakan gabungan dari dua nama makanan yaitu jadah yang merupakan olahan dari ketan dan tempe ataupun tahu yang biasanya diolah dengan cara dibacem. Untuk dapat menikmati makanan ini pembeli hanya cukup mengeluarkan biaya yang murah. Harga untuk menikmati jadah tempe tersebut biasanya berkisar antara Rp.10.000,00 – Rp.20.000,00.
Dengan harga yang murah tersebut, wisatawan sudah dapat menikmati jadah dan tempe yang menjadi ciri khas Kaluirang. Di lokasi Kaliurang sendiri, penjual Jadah tempe juga terdapat dibanyak tempat. Namun hanya satu yang terkenal yaitu Jadah Tempe Mbah carik.
Makanan ini direkomendasikan kepada Anda para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta khususnya yang berada di sekitar Kaliurang. Anda juga bisa membawanya pulang sebagai oleh oleh khas jogja murah dan enak untuk keluarga di rumah.

7. Belalang Goreng (Walang Goreng)

Belalang Goreng (Walang Goreng)
Satu lagi oleh-oleh khas dari Gunung Kidul Yogyakarta yang wajib dibeli, yaitu Belalang Goreng atau Walang Goreng. Makanan ekstrem dan unik ini bisa Anda temukan dengan mudah saat liburan ke kabupaten ini. Ada banyak kios-kios dadakan yang menjual belalang goreng di sepanjang jalan di Gunungkidul.
Harga belalang goreng cukup beragam tergantung jenis kemasan. Satu toples belalang goreng biasanya dibanderol dengan harga Rp 12.000. Sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil, harganya Rp 6.000/bungkus. Harga bisa berubah sewaktu-waktu lho ya!
Salah satu merek belalang goreng yang paling terkenal adalah Belalang Goreng Pak Gareng yang biasanya dijual di toko oleh-oleh sekitar Gunung Kidul atau pun kota Jogja. Rasanya yang gurih, renyah, dan enak membuat Belalang Goreng Pak Gareng banyak dicari wisatawan. Harga Belalang Goreng Pak Gareng lebih mahal, sekitar 33 – 35 ribu per plastik / toples.

8. Keripik Belut

Keripik Belut
Anda sedang mencari makanan khas jogja yang enak dan tahan lama? Cobain deh keripik belut yang merupakan oleh-oleh khas daerah Godean Kabupaten Sleman, DIY. Rasanya yang renyah, gurih, dan lezat membuat keripik belut cocok untuk dijadikan camilan saat bersantai bersama keluarga atau pun sahabat.
Proses pembuatan keripik atau yang dikenal dengan peyek belut ini boleh dibilang sederhana. Belut terlebih dahulu dibuang tulangnya dan dibersihkan, lalu belut tersebut dilumuri dengan bumbu-bumbu seperti kemiri, ketumbar, bawang putih dan garam.
Setelah itu, belut dibalut dengan campuran tepung beras, kanji dan santan untuk memberikan rasa gurih. Nah, belut pun tinggal digoreng hingga kuning keemasan. Keripik belut yang berkualitas bagus biasanya tidak keras melainkan krenyes renyah saat digigit.
Nah, Bagi Anda yang ingin mendapatkan keripik belut ini, bisa mendatangi pusatnya di Pasar Godean atau toko oleh-oleh Jogja lainnya. Harga keripik belut khas Godean dibenderol sekitar 50 – 60 ribu rupiah per kg. Ada juga yang sudah dikemas dalam plastik-plastik dengan berbagai merek.

9. Peyek Mbok Tumpuk

Peyek Mbok Tumpuk
Bosen dengan bakpia? Cobain deh oleh-oleh khas Jogja selain bakpia yang satu ini, namanya Peyek Mbok Tumpuk. Makanan atau camilan ini merupakan oleh-oleh khas Bantul yang enak dan relatif murah meriah.
Peyek Mbok Tumpuk mempunyai ciri khas dari bentuknya yang bertumpuk tidak beraturan, berbeda dengan peyek pada umumnya yang berbentuk bulat pipih. Jumlah kacangnya pun lebih banyak karena mbok Tumpuk menggunakan perbandingan tepung beras dan kacang tanah sebesar 1 banding 2.
Bagaimana dengan rasanya? Tentu saja gurih dan renyah banget, kriuk kiruk lezat. Bagi Anda yang ingin mencoba, datang saja ke toko oleh-oleh Geplak Dan Peyek Mbok Tumpuk di Jl. KHA. Wahid Hasyim No.104 Bantul. Harga 1 kg peyek sekitar 44 ribu rupiah, sedangkan untuk geplak 34 ribu rupiah.

10. Batik Jogja

Batik Jogja
Setelah berburu oleh oleh khas Jogja yang berupa makanan, saatnya Anda mencari buah tangan yang berupa barang khas Jogja. Batik tak bisa dilepaskan begitu saja dari Yogyakarta. Batik juga selalu masuk dalam daftar oleh-oleh khas Jogja yang paling terkenal dan wajib dibeli oleh wisatawan yang datang ke kota ini.
Batik tak hanya berupa kain dan pakaian. Kreativitas warga Yogyakarta menjadikan batik dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk souvenir khas Jogja yang murah dan cantik seperti tas, syal dan sandal.
Tempat yang bisa Anda kunjungi untuk berburu batik tentu saja kawasan Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Selain dua tempat populer ini, Anda bisa mengunjungi Desa Karebet yang merupakan desa wisata penghasil kerajinan batik.
Di Desa Karebet, Anda bisa melihat batik tak hanya pada pakaian dan tas. Di sini, batik tampak lebih menarik karena diaplikasikan di kayu dalam bentuk topeng, gelang dan lain-lain.

11. Kerajinan Perak

Kerajinan Perak
Oleh oleh khas Jogja selain makanan berikutnya adalah aneka kerajinan perak. Kerajinan perak saat ini menjadi cinderamata khas Jogja yang digemari wisatawan. Untuk mendapatkan kerajinan perak ini, silakan datang ke Kotagede, berjarak 5 km dari pusat kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai sentra penghasil kerajinan perak sejak zaman Kerajaan Mataram.
Di Kotagede, Anda bisa mengunjungi show room kerajinan perak atau datang ke rumah-rumah pengrajin secara langsung. Bentuk kerajinan perak di sini sangatlah beragam mulai dari perhiasan sampai hiasan dinding/meja. Kualitasnya pun tak perlu diragukan lagi. Kerajinan perak di sini telah banyak dikirim ke luar negeri sejak zaman Belanda.

12. Gerabah Kasongan

Gerabah Kasongan
Satu lagi kerajinan khas Jogja yang paling terkenal selain perak, yaitu Gerabah Kasongan. Gerabah Kasongan adalah oleh oleh khas Jogja lain yang tak boleh Anda lewatkan. Jika sebelumnya Anda telah berburu kerajinan perak di Kotagede, sekarang saatnya berburu kerajinan dari tanah liat di Desa Kasongan. Alamat lengkapnya di Pedukuhan Kajen, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gerabah khas Desa Kasongan ini telah dipercaya memiliki kualitas yang bagus. Gerabah dapat Anda temui dalam beragam bentuk mulai dari guci, vas bunga, lampu hias sampai asbak. Di sini, Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan gerabah mulai dari pembentukan tanah liat sampai pembakaran dan pewarnaan.

13. Kaos Dagadu Djokdja

Kaos Dagadu Djokdja
Anda sedang mencari oleh-oleh khas jogja yang unik? Kalau iya, mesti nyobain deh beli Kaos Dagadu. Kaos ini identik dengan plesetan lucu khas Yogyakarta yang dijamin akan membuat Anda tertawa, pas banget buat pacar atau pasangan Anda yang punya selera humor dan seni.
Dagadu sendiri berasal dari bahasa Walikan atau bahasa gaul Yogyakarta, yang berarti ‘matamu’. Hal ini semakin jelas terlihat di logo kaos yang berbentuk sebuah mata.
Untuk tempat pembelian, Anda bisa menemukan kaos ini di Mal Malioboro, Ambarukmo Plaza dan di Yogyatourium Dagadu Djokdja Jl. Gedongkuning 128, Yogyakarta. Saat ini terdapat banyak sekali kaos abal-abal yang mencatut nama Dagadu. Agar tak tertipu, sebaiknya Anda membeli di tiga tempat tersebut.
18. Blangkon Dan Surjan
Tak lengkap rasanya liburan ke Jogja tanpa membeli pakaian khas Jogja / Jawa yaitu surjan dan blangkon. Pakaian tradisional Jawa jaman dulu ini bisa Anda peroleh di Pasar Beringharjo, toko dan pedagang kaki lima sepanjang jalan Malioboro.

14. Kerajinan Khas Pantai

Kerajinan Khas Pantai
Kerajinan atau Souvenir khas pantai ini dapat Anda temui di Pantai Baron dan Kukup Gunung Kidul Yogyakarta. Bahan dasar yang digunakan untuk membuatnya berupa cangkang kerang atau bekas binatang laut yang terdampar. Benda-benda tersebut kemudian diolah menjadi hiasan dinding, kap lampu, tirai, bingkai foto, dan berbagai bentuk unik lainnya.

15. Pernak-Pernik Dan Aksesoris Khas Jogja

Pernak-Pernik Dan Aksesoris Khas Jogja
Siapa seh yang tak suka pernak-pernik atau aksesoris? Hampir setiap orang sepertinya suka memakainya, apalagi kaum hawa! Nah, apabila Anda sedang berburu oleh-oleh khas Jogja yang ada di Malioboro, jangan lewatkan untuk membeli pernak-pernik bagus serta unik khas Jogja disini.
Di sepanjang jalan Malioboro, Anda bisa menemukan pedagang kaki lima atau toko yang menjajakan berbagai aksesoris khas Jogja yang cantik dari mulai gelang, topi, gantungan kunci, cincin, dompet, hingga tas. Harganya murah meriah lagi, tapi Anda harus menawarnya. Untuk itu, baca dulu tips tentang cara menawar barang di Malioboro agar bisa mendapatkan harga yang relatif terjangkau.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search