Thursday, November 23, 2017

Wisata Yang Mirip Film Lord of The Ring ataupun Hobbit di Banyuwangi

De Djawatan Benculuk - Ada ditempat ini kita seolah dibawa ke masa lalu di satu tempat yang berlainan dengan kehidupan masa saat ini. Yang sempat nonton film Lord of The Rings, situasi ditempat ini terasanya ada di rimba dalam film itu. Pohon-pohon besar di sekitar nan teduh mengingatkan kita pada bentuk pohon-pohon di Rimba Fangorn dalam film Lord of The Ring ataupun Hobbit.

Wisata Yang Mirip Film Lord of The Ring ataupun Hobbit di Banyuwangi
image : reresepan.com

Walau sebenarnya ini De Djawatan, yang terlebih dulu lebih di kenal oleh warga lokal jadi Djawatan Benculuk. Benculuk adalah nama satu desa di Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Djawatan sejatinya adalah lokasi rimba lindung punya Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Mulai sejak jaman penjajahan Belanda, di sini jadi Tempat Penumpukan Kayu (TPK) dari hasil rimba punya Perhutani di lokasi selatan Banyuwangi.

Kekhasan sekalian kekhasan Djawatan terdapat pada banyak pohon trembesi memiliki ukuran besar yang menempati lokasi ini.

Ada sekitaran 50 pohon trembesi besar peninggalan Belanda yang masih tetap hidup di tempat sekitaran 3, 8 hektar ini.

Yang buat pohon trembesi ini terkesan kuno bahkan juga angker, karena semua sisi pohonnya tertutup oleh semacam benalu atau pakis, yang menumpang hidup di batang pohon. Dari kejauhan seolah pohon ini mempunyai bulu-bulu yang menyeramkan.

Wisata Yang Mirip Film Lord of The Ring ataupun Hobbit di Banyuwangi
image : dolanjatim.com

Pohon-pohon trembesi itu juga jadi sarang kalelawar, hingga baunya juga cukup merasa bila kita ada dibawahnya.

Searah dengan misi Kabupaten Banyuwangi meningkatkan wisata alam, Djawatan juga memperoleh perhatian. Bertahap Djawatan mulai diatur serta diperkembang jadi satu diantara tujuan wisata baru di Banyuwangi selatan. Akhirnya, Djawatan tampak lebih bersih dan rapi, diperlengkapi sarana yang ideal untuk pengunjung.

Mulai sejak dipoles dengan muka baru, namanya juga sesuai supaya lebih jual. Djawatan Benculuk juga saat ini beralih jadi De Djawatan.

Bukan hanya ganti nama, tapi ada situasi baru yang didatangkan. Ada sentuhan warna-warni ceria memberi warna lokasi pohon-pohon tua.

Sebagian pihak menyayangkan hadirnya situasi kontras De Djawatan, ada yang lebih suka Djawatan tetaplah seperti terlebih dulu tanpa ada warna-warni mencolok. Tapi demikian sebaliknya, banyak yang lebih nikmati De Djawatan dengan muka barunya, tanpa ada menyingkirkan keunikan pohon-pohon tuanya.

Wisata Yang Mirip Film Lord of The Ring ataupun Hobbit di Banyuwangi
image : instagtrends.com

Sebagian fasilitas serta prasarana dibuat tanpa ada mesti mengakibatkan kerusakan peranannya jadi rimba lindung. Pengunjung di buat nyaman dengan terdapatnya sarana toilet, tempat beribadah, sampai ruang parkir yang ideal.

Tetapi di sini tidak ada wahana permainan yang memakai perlengkapan elektronik. Semuanya sarana memakai bahan alami, seperti tempat tinggal pohon, jembatan, spot selfie serta kendaraan sisa untuk mengangkut kayu. Hingga keseluruhannya muka baru De djawatan tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan serta serasi tetaplah terbangun.

Yang tentu De Djawatan semakin menarik perhatian orang serta buat penasaran untuk yang belum juga pernah memandangnya.

Untuk kamu yang tengah melintas di Banyuwangi selatan, terutama di sekitaran Jajag-Benculuk, luangkan singgah ke De Djawatan. Tempatnya persis ada dekat jalan raya Benculuk, 100 mtr. samping selatan pertigaan ke kantor Samsat Benculuk.

De Djawatan adalah muka beda Banyuwangi yang mengajak kita seolah ada di satu masa lalu yang jauh dari situasi moderen. Anda tentu menyenanginya.

Untuk menikmatinya anda cuma butuh membayar ticket Rp 2 ribu per orang, parkir sepeda motor Rp 1. 000, mobil Rp 5. 000. Murah dan meriah kan?

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search