Fakta Hiu Terbesar di Dunia Megalodon!!!

sumber : mediamaya.net
ilustrasi hiu Megalodon
Hiu prasejarah megalodon tengah hangat diperbincangkan. Apakah benar hiu gigantik ini benar ada?

Melalui trailer film serta siaran Megalodon : Fact versus. Fiction di Discovery Channel, nama megalodon kembali marak terdengar. Mari menyelisik kenyataan sekitar megalodon.

Kenyataan pertama yang perlu untuk diketahui, megalodon bukan nama sebetulnya.

Beberapa pakar paleontologi mengklasifikasikan predator prasejarah ini termasuk juga genusCarcharocles. Ada juga yang menganggap masuk genus Carcharodon. Karena itu nama ilmiahnya merupakan Carcharocles megalodon atau Carcharodon megalodon.

Berapa besar sebetulnya hiu gigantik ini? Sampai saat ini, yang dapat dikerjakan beberapa pakar hiu sekalinya hanya memprediksi. Karena, kerangka megalodon komplet belumlah diketemukan, serta disangsikan akan muncul satu waktu kelak.

Perkiraan ukuran megalodon dikerjakan dengan mencermati sisa-sisa peninggalan gigi yang menyebar, kolom tulang belakang tanpa badan, serta kotoran yang membatu. Ini membuatnya begitu melawan.

Iktiologis--ahli perikanan--John E. Randall sempat memperbandingkan tinggi enamel hiu putih serta gigi megalodon.

Kalaupun pembagian badan Megalodon sama dengan hiu putih, karena itu ikan prasejarah itu diprediksikan mempunyai panjang seputar 13 mtr..

Ada juga ilmuwan Clifford Jeremiah yang memakai lebar akar gigi megalodon serta mengkalkulasi jika ukuran megalodon dewasa dapat sampai 16, 7 mtr.. Dengan rumus lainnya, pakar biologi Michael Gottfried serta team menyimpulkan, ukuran Megalodon sampai hampir 16 mtr. serta berat 48 ton. Perhitungan oleh pakar lainnya mengatakan ukuran hiu ini dalam rata-rata 20 sampai hampir 25 mtr..

Menjadi perbandingan, spesies paling besar yang hidup sekarang ini merupakan hiu paus, dengan panjang sampai 12, 1 mtr.. Perkiraan beberapa pakar mengatakan megalodon lebih panjang, serta tambah lebih berat. Ini membuatnya hiu paling besar, bahkan bisa saja ikan paling besar selama hidup.

Megalodon merupakan pemakan paus. Kenyataan ini tersingkap dari temuan fosil tulang-tulang paus dengan sisa luka yang begitu pas dengan ukuran serta gerigi gigi megalodon.

Seperti umumnya hiu, megalodon juga selalu melepas giginya. Fosil gigi ini sudah diketemukan di tiap-tiap benua terkecuali Antartika. Analisa gigi sangat mungkin beberapa ilmuwan memastikan jika spesies ini hidup sampai 2, 6 juta tahun lantas, serta ukurannya betul-betul besar.

Gigi megalodon paling besar yang sempat diketemukan panjangnya sampai 19cm. Untuk perbandingan, gigi hiu putih panjang maksimumnya cuma sampai seputar 7, 6cm.

National Geographic memberikan laporan hiu ini miliki gigitan sangat kuat dari makhluk apapun yang sempat hidup.

Rahang mereka yang besar bahkan juga ditaksir lebih kuat dibanding rahang Tyrannosaurus rex.

Beberapa pakar memprediksi megalodon merupakan pemangsa paus kecil. Termasuk juga spesies Piscobalaena nana, serupa paus bungkuk atau paus balin cuma saja lebih kecil. Panjangnya tidak sampai lima mtr..

Ini bisa menuturkan kepunahan megalodon. Waktu suhu laut lebih dingin, paus-paus kecil ini digantikan oleh paus raksasa seperti paus bungkuk serta paus biru.

Memang, megalodon juga memangsa penyu, duyung atau dugong, serta ikan lainnya. Akan tetapi, konsumsi yang semakin menyusut pada akhirnya membuat mereka punah.

Tesis mengenai kepunahan predator super ini cukuplah bermacam. Tidak hanya karena mendinginnya suhu samudra, pertarungan dengan hiu serta paus baru juga bertindak.

Ada beberapa orang yang yakini jika megalodon masih tetap hidup di laut dalam sampai sekarang ini. Bahkan juga ada laporan penampakan, walau keabsahannya disangsikan.

Live Science mengatakan jika National Oceanic and Atmospheric Administration yakin 95 % lautan serta 99 % samudra belumlah terjamah. Itu penyebabnya sebagian orang mungkin saja berfikir jika megalodon masih tetap ada.

Walau laut masih tetap tersisa banyak rahasia, pakar biologi kelautan Craig McClain serta banyak yang lain memiliki pendapat, tidak ada argumen ilmiah kuat untuk berfikir jika megalodon masih tetap bersembunyi di laut dalam.

“Kalau Megalodon ada saat ini kita bukan sekedar akan lihat giginya menyebar dimana saja seperti hiu lainnya, tapi kita akan mempunyai fosilnya dari 2, 6 juta tahun lantas, " kaya McClain pada Deep Sea News.

Konsensus diantara beberapa periset merupakan jika megalodon sudah punah. Juga demikian cerita megalodon selalu hidup melalui novel serta karya fiksi lainnya.

Pada 2013, Discovery Channel menyiarkan siaran berjudul Megalodon : The Monster Shark Lives. Siaran ini tunjukkan beberapa ilmuwan mencari hiu selama 20 mtr. di selama pantai Afrika Selatan.

Dokumenter palsu itu dinilai menyesatkan. Bagaimanapun, faktanya megalodon memang sempat hidup di lautan Bumi.


Related Post