Maldives Membuka Wisata Mulai 1 Juli, Spesial untuk Pemilik Jet Pribadi
Cari Berita

Advertisement

Maldives Membuka Wisata Mulai 1 Juli, Spesial untuk Pemilik Jet Pribadi

Thursday, June 4, 2020

Maldives Membuka Wisata Mulai 1 Juli, Spesial untuk Pemilik Jet Pribadi
@asadphotography
Maldives akan selekasnya menyongsong wisatawan tetapi cuma golongan spesifik yang dibolehkan berekreasi. Cuma mereka yang bercuan yang bisa pelesiran kesana.

Dikutip dari CNN, Rabu (3/6/2020) kewenangan pariwisata Maldives memberitahukan jika penerbangan ke arah Maldives akan memulai dibolehkan bekerja mulai bulan depan. Ketetapan ini mengidentifikasi dibukanya Maldives sesudah negara itu tutup diri semenjak Maret 2020.

"Kami merencanakan untuk kembali membuka tepian untuk pengunjung pada Juli 2020," kata Kementerian Pariwisata Maldives dalam satu pengakuan.

Disamping itu kementerian menerangkan jika tamu tidak dikenai ongkos penambahan. Informasi ini mengoreksi wawasan awalnya yang merekomendasikan supaya wisatawan bayar ongkos visa wisatawan penambahan serta ongkos pendaratan.

Simak juga: Ada 1.000 Wisatawan Tajir Ogah-ogahan di Maldives Waktu CoronaSampai sekarang ini, di Maldives ada 2.000 masalah infeksi COVID-19 dengan jumlah korban wafat sekitar lima orang. Semenjak diketemukan masalah pertama, negara itu langsung menutup diri. Namun seputar 30 resort masih dibuka sebab disana masih ada beberapa tamu yang menutup diri bukannya pulang ke negara aslinya.

Untuk jaga keamanan, pemerintah Maldives keluarkan Safe Tourism License atau Lisensi Wisata Aman untuk mengakreditasi sarana wisata. Penilaian itu dilandaskan pada undang-undang serta kriteria keselamatan spesial, antara mempunyai petugas klinis bersertifikat serta mempunyai stock perlengkapan perlindungan pribadi.

Disamping itu, wisatawan yang tiba ke Maldives harus juga mempunyai bukti pemesanan pada sarana wisata yang mempunyai lisensi. Wisatawan diharuskan untuk mempunyai beberapa persiapan sebelum tiba kesana.

Wisatawan akan diharap memperlihatkan sertifikat klinis, bukti bebas COVID-19 yang diambil minimal 14 hari sebelum datang di Maldives.

Simak juga: Bukan Maldives, Ini Hanya KalimantanSebagai negara yang memercayakan bagian pariwisata, hantaman epidemi COVID-19 ini disadari oleh Menteri Pariwisata Maldives, Ali Waheed semakin hebat dibanding tsunami 2004 serta kritis keuangan global 2008.

"Untuk kali pertamanya dalam 47 tahun pariwisata di Maldives, kami sudah alami 0 kehadiran pelancong semenjak Maret ini. Kami tidak bisa tutup tepian kelamaan," kata Waheed.

Di tahun 2019, Maldives terima lawatan lebih dari pada 1,7 juta pelancong. Pemerintah sudah memprediksi banyaknya bertambah jadi dua juta di tahun 2020 tetapi sebab epidemi sasaran itu akan susah untuk diraih.